Semua kegiatan itu kalau ingin lancar
haruslah dipahami ilmunya. Termasuk pernikahan.
Banyak pasangan yang menikah dengan bekal
ilmu dan pemahaman yang minim meskipun mereka
menjalani pacaran selama bertahun – tahun.
Hal ini wajar karena selama pacaran tidak
pernah mendiskusikan tentang tujuan, cara dan
manfaat dari pernikahan.
Mayoritas orang pacaran hanya berdiskusi hal – hal
yang kurang bermanfaat. Bercanda – canda yang tak
bernilai dan berkasih sayang tanpa memahami aturan.
Pacaran adalah indah, pacaran adalah menyenangkan
dan persetubuhan adalah hal yang mengasyikkan namun
sayangnya hanya sedikit yang memahami bahwa
konsekuensi dari semua itu adalah berat.
Ketika pernikahan hanya dipahami secara dangkal
dan pacaran dipahami sebagai kerelaan untuk
saling memiliki dan merasakan maka tunggulah
saat akan datangnya masalah keluarga yang
mengiris hati, kegalauan dan perselisihan.
Pernikahan adalah hal suci yang merupakan
perintah sekaligus anugerah Illahi. Maka
pahamilah sesuai tuntunanNya bahwa nikah
adalah termasuk ibadah. Maka InsyaAllah
keluarga akan damai dan bahagia.
Mengingat semakin peliknya masalah keluarga
sudah selayaknyalah kaum akademis melakukan
penelitian dan membentuk FAKULTAS ILMU
PERNIKAHAN DAN KEKELUARGAAN.
Tanpa adanya pemahaman, kerjasama dan etikat
baik dari semua lapisan masyarakat, mustahil
kita bisa menciptakan generasi berprestasi.
Karena generasi berprestasi dengan kemampuan
akademis dan akhlakul kharimah hanya bisa
tercipta dari keluarga yang damai dan
memiliki prinsip yang jelas.
