Rekan Triviji Yth,
Dalam kesempatan ini saya akan sedikit membahas tentang manajemen resiko bisnis. Mengapa artikel semacam ini perlu kita publikasikan? Karena banyak sekali diantara kita yang terlalu takut untuk mengambil resiko, dilain pihak juga ada banyak yang terlalu berani mengambil resiko tanpa memperhitungkan dampak terhadap orang – orang disekitarnya.
Sebagai seorang pebisnis saya yakin kita semua sepaham bahwa pada dasarnya kita selaku pelaku bisnis itu sendiri cenderung lebih siap menerima resiko dari bisnis yang kita jalankan. Kita akan merasa kuat dan merasa setiap tantangan adalah suatu hal yang mengasyikkan untuk dicari jalan keluarnya.
Namun dalam kenyataanya ketegaran itu sering kali akan tergoyahkan ketika dampak buruk dari bisnis atau kerja itu mengenai orang – orang terdekat yang kita sayangi, seperti istri, anak, orang tua dan sebagainya. Kita akan merasa kuat menghadapi tekanan dari relasi atau musuh bisnis, namun kita akan begitu merasa dilema ketika permasalahan bisnis yang ada membawa kita pada situasi pertengkaran dengan orang yang kita cintai.
Dengan asumsi di atas maka dapat dipahami bahwa resiko bisnis terbesar itu bukan dilihat dari seberapa besar potensi kerugiannya, namun seberapa besar dampaknya terhadap keluarga. Resiko kecil pun kalau dampaknya terhadap keluarga akan terasa sangat berat dan sebaliknya resiko besar pun kalau dampak terhadap keluarga kecil akan terasa lebih ringan.
Dalam konteks usaha sebagai orang yang beriman kita wajib meyakini besarnya dampak dari do’a. Doa yang manjur diantaranya adalah do’a yang diberikan secara ikhlas. Dan do’a yang ikhlas lebih banyak diberikan oleh orang – orang terdekat yang kita cintai. Kalau dengan orang terdekat saja terjadi masalah, lantas dimana kita bisa mendapatkan do’a dan motivasi dari mereka???
Demikian
Semoga Bermanfaat
Kazzu Triviji
