Suatu waktu pernah saya mendengarkan ceramah diradio. Maaf saya tidak hafal nama ustadnya. Disini cukup menarik untuk disimak. Membahas masalah hubungan dalam rumah tangga. Diantaranya adalah masalah ciri – ciri keluarga yang bahagia.
Ciri – ciri keluarga bahagia diantaranya adalah sebagai berikut :
>Antara suami dengan istri jika bertemu bisa saling tersenyum.
>Antara suami, istri dan anak – anaknya sesekali bisa saling canda tawa.
>Antara suami dengan istri bisa saling diskusi.
Saling memberi masukan dan kritikan masalah sikap dan penampilan.
>Memiliki rumah yang luas. Luas ini bukan rumahnya, tetapi maksudnya ada kedamaian dalam rumah tersebut. Sehingga siapa saja yang berkunjung kesitu merasakan kedamaian.
>Antara suami dengan istri tercipta saling memahami dan memaklumi serta sama – sama bisa menjaga perkataan. Selalu berkata, memanggil dan mengkritik dengan bahasa yang baik.
>Antara suami dengan istri bisa saling melengkapi dan saling menjaga kehormatan. Istri bisa menutupi kekurangan dan kelemahan suaminya, sedangkan suaminyapun juga demikian. Termasuk juga menjaga kehormatan orang tua sendiri maupun mertuanya.
>Antara suami dengan istri bisa saling mengalah.
>Antara suami dengan istri sering melakukan aktifitas berbarengan. Misalkan jalan – jalan pagi, bersih – bersih rumah, mengaji, makan dan sebagainya.
>Dalam pemanggilan tidak banyak menggunakan suku kata “mu”, seperti Bapakmu, Ibumu, Kakakmu, anakmu… Karena keduanya bisa menerima bahwa mertua itu pada dasarnya juga orang tua kita juga. Penggunaan suku kata mu tidak bagus karen itu menunjukkan bahwa kita tidak bagian dari yang memiliki.
