Pada pembahasan sebelumnya sudah saya uraikan bahwa motivasi itu merupakan sebuah dorongan untuk melakukan sesuatu. Motivasi akan bermanfaat ketika kita sudah memiliki planing. Selanjutnya planing dan motivasi akan lebih bermanfaat lagi jika kita dasari dengan adanya iman.

Sekarang kita pahami unsur lain yang membangkitkan motivasi. Yaitu memahami peran diri kita untuk diri kita sendiri, untuk keluarga kita, untuk masyarakat dan agama kita.

Terus terang neh prends, saya sendiri pernah mendapati masalah yang terasa memilukan pada awal 2007. Bisnis saya hancur dan menyisakan banyak beban. Saya sendiri merasa kuat awalnya untuk menghadapi kenyataan itu. Namun akhirnya berubah ketika permasalahan tersebut dampaknya mengenai orang – orang yang kita cintai. Mental menjadi down. Nyaris saya putus asa mau terjun ke jurang. Alkhamdulilla saya masih memiliki iman sehingga saya masih bisa berfikir yang jernih.

Adanya iman dihati saya saat itu membuat saya sadar sehingga saya bisa berfikir untuk masa depan. Permasalahan tersebut saya kembalikan ke konteks dasar bahwa kita sebagai manusia hanya bisa berusa. Allah Swt lah yang menentukannya. Saya meyakini bahwa semua rasa yang tidak mengenakan yang saya alami semata – mata hanyalah sebagai penegur agar saya berbuat lebih santun, lebih teliti, lebih bijaksana dan sekaligus sebagai pengurang dosa – dosa yang telah saya lakukan.

Prinsip lain yang menguatkan hati saya saat itu adalah bahwa saya meyakini bahwa apapun hasilnya selama niat kita sudah baik maka kita tetap akan dicatat disisiNya sebagai orang yang baik pula. Karena Allah Swt tidak akan pernah menilai kesuksesan atau kegagalan kita. Tetapi yang dinilai adalah keseriusan usaha kita dalam menggapai apa yang kita inginkan atau dalam memecahkan suatu permasalahan. So saya tekankan, jangan takut mencoba untuk merubah keadaan kita kearah yang lebih baik. Sukses atau gagal bukan masalah. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya.

Dalam menghadapi masalah lain pernah juga saya kembali hampir putus asa. Namun Alkhamdulillah saya memahami peran saya untuk diri saya sendiri, keluarga dan untuk bisnis yang saya jalankan. Keluargaku masih membutuhkanku, bisnisku juga masih membutuhkan suntikan fikiranku. Sedangkan kelanjutan bisnis ini tidak semata – mata hanya untuk kelanjutan penghasilan saya sendiri, namun juga untuk kelanjutan penghasilan bagi segenap mitra, keluarga dan karyawanku. Itulah yang menguatkan saya sehingga saya akhirnya bangkit lagi.

Saya yakin pembaca sekalian juga pernah memiliki masalah. Ada masalah kecil ada pula yang besar. Ada masalah besar namun terasa kecil karena kita menghadapinya dengan fikiran positive. Namun juga banyak masalah yang sebenarnya sangat sepele namun terasa besar dan bahkan benar – benar menjadi besar karena kita salah menyikapinya.

Sekali waktu pernah saya memiliki pengalaman yang tak terlupakan. Saya sempat merasa heran. Heran pada diri saya sendiri dan juga heran pada sahabat – sahabat saya. Mengapa? Saya sendiri kok bisa ya saat itu berfikiran positive sehingga tidak memiliki rasa benci apalagi dendam. Sedangkan sahabat saya menderngar cerita itu saja sampai pada menangis terharu dan marah pada seseorang yang membuat saya jadi memiliki pengalaman yang tak terlupakan itu. Menurut mereka itu adalah tindakan yang sangat kejam. Tapi karena dipikiran saya mengalir pikiran positive makanya saya bisa menerima kenyataan itu dengan lapang dada. Mau positive atau negative kuncinya semua ada pada pikiran kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*