Terus terang Rekan, tujuan saya menulis buku ini diantaranya adalah sebagai catatan planing masa depan dan sekaligus agar nantinya bisa sebagai pengingat saya, disaat saya membutuhkan suatu motivasi. Saya sadar bahwa mempertahankan motivasi itu tidak bisa dianggap sepele. Karena permasalahan hidup begitu banyak, bisa saja sewaktu – waktu kita mengalami down. Nah kalau sudah down kita tidak tahu siapa yang akan bisa memberi kita semangat lagi.

Mengingat segala sesuatu itu pada dasarnya kita sendiri yang memegang kuncinya, yaitu bagaimana kita mengelola sebuah motivasi agar selalu bisa stabil. Maka, bersamaan dengan penulisan buku ini saya mengajak kepada segenap pembaca untuk rajin menulis. Saya yakin anda juga memiliki pengalaman dan ungkapan – ungkapan yang tidak kalah bagusnya dengan ungkapan yang ada pada buku ini.. Sayang sekali kalau itu semua akan hilang begitu saja. Gajah mati meninggalkan gading, pastikan kita suatu saat mati dengan meninggalkan suatu karya yang berguna untuk kebaikan.

Sebagai seorang motivator bisnis seperti saya pun sesekali juga mengalami down. Namun Alkhamdulilah sedikit banyak saya memahami sejauh mana saya bisa menjaga mental. Sehingga akhirnya saya putuskan kalau mengalami down mental, usahakan tidak lebih dari 3 hari harus sudah bangkit lagi.

Bisnis sesekali boleh down. Dagang sesekali boleh tidak untung. Namun soal motivasi sebisa mungkin jangan pernah turun. Ketika anda merasa tidak bergairah, kembali ingatlah tentang peranan anda dalam rumah tangga dan dalam bisnis atau perusahaan tempat anda bekerja. Saya yakin anda adalah orang yang sangat berarti bagi keluarga dan kelangsungan bisnis anda. Tataplah masa depan jauh – jauh, bahwa Ide briliant anda selalu dinantikan untuk perkembangan bisnis anda, untuk masa depan keluarga anda, kerabat anda, sahabat anda, bawahan anda dan sebagainya. Jangan pernah buat mereka menangis kehilangan masa depan yang cerah karena keputusasaan anda.

Biasakan untuk menulis. Karena tulisan uangkapan hati anda akan banyak berguna untuk membangkitkan motivasi anda sendiri. Hal ini sudah saya buktikan. Suatu waktu, saya mengalami down karena ada permasalahan bisnis dan masalah pribadi dengan kekasih. Saya hanya bisa tiduran saja tanpa gairah. Tiba – tiba ada seseorang mengingatkan saya begini “Mas kok loyo, bukankah anda pernah bilang lebih baik mati dalam posisi optimis daripada mati posisi pesimis”…Hemmm … sungguh luar biasa. Betapa saya merasa malu karena sebelumnya saya menulis ungkapan itu. Akhirnya saya bangkit dan kembali semangat untuk melakukan rutinitas kerja sehari – hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*