Okey dari uraian sebelumnya sudah kita coba bahas lebih mendalam tentang tujuan Allah Swt menciptakan manusia dan tentang ketetapan Allah yang ternyata itu merupakan modal dasar bagi kita untuk membangun sebuah motvasi. Baik motivasi beribadah, bekerja dan motivasi didalam membuat suatu planing.
Nah sekarang untuk menjamin motivasi yang kita miliki bisa berkembang dan bermanfaat secara jelas, sekarang kita belajar untuk membuat planing hidup. Karena hidup tanpa planing sama halnya hidup tanpa tujuan. Kalau hidup tanpa tujuan sudah barang tentu tidak akan bergairah. Kalau sudah tidak bergairah itu semua tidak akan ada istimewanya.
Saya sendiri mulai memiliki planing jelas dulu setelah mengikuti sebuah pengajian. Saat itu saya sempat berkonsultasi dengan narasumber. Kebetulan saat itu yang menjadi pembicara Bpk. Yasri Sulaiman ( Direktur Primagama ). Pertanyaan saya saat itu “Pak, saya kan sekarang masih sekolah kelas 1 SMK, bagaimana caranya agar nantinya saya bisa menjadi seorang pengusaha yang sukses?” Beliau kemudia menjawab,”Sebelum berumur 24 tahun usahakan kamu sudah memiliki usaha yang jelas”.
Nah sejak saat itulah saya selalu belajar dan berpacu dengan umur. Saya selalu berusaha untuk menciptakan usaha sebelum berumur 24 tahun. Alkhamdulillah meskipun diawali dengan jatuh bangun berkali – kali akhirnya saya berhasil memiliki usaha ketika berumur 24 tahun. Bagi saya ini merupakan kesuksesan awal yang harus terus saya pelihara dan sebisa mungkin dimaksimalkan.
Berangkat dari pengalaman menggapai target membuat usaha pada umur 24 tahun, kemudian saya renungkan dan akhirnya saya berhasil sedikit banyak merumuskan tentang planing hidup yang ideal. Untuk lebih jelasnya silahkan pelajari uraian berikut.
| No | Usia ( P ) | Usia ( L ) | Planing Bisnis | Planing Dalam Hal Rumah Tangga |
| 1 | < 20 | < 20 | Mulai mengenal bisnis | Mulai mengenal karakter lawan jenis |
| 2 | 20-22 | 20-24 | Mencoba berbagai bisnis | Mulai membahas / diskusi tentang problematika rumahtangga dengan kekasih. |
| 3 | 22-25 | 24-29 | Sudah memiliki binis yang bisa menghidupi diri sendiri. | Usia ideal untuk menikah. ( Tidak kemudaan dan tidak ketuaan ). |
| 4 | 25-36 | 29-36 | Bisnis sudah bisa menghidupi keluarga dan mengembangkan bisnis. | Melengkapi fasilitas rumah tangga yang ingin dibeli dan menabung. |
| 5 | > 36 | > 36 | Mencapai pasive Income. | Nikmati hidup dengan santai plus memperbanyak kegiatan wisata religi. |
Catatan Khusus :
Planing di atas buka harga mati, bukan berarti mereka yang usianya sudah lanjut tidak bisa menggapai kesuksesan. Semua bisa. Tergantung dari kerja keras. Namun karena usia kita terbatas, maka jika mengawali sesuatu bisnis lebih muda tentunya juga peluang untuk merasakan kesuksesan juga lebih lama.
Sekarang sedikit saya jelaskan tentang tabel planing kehidupan di atas.
>Sebelum berusia 20 tahun disitu kita mulai mengenal bisnis. Lulus sekolah SMA rata – rata berumur 18 tahun. Setelah itu ada diantara kita yang melanjutkan kuliah namun juga tidak sedikit yang bekerja atau bahkan hanya sekedar main.
Setelah lulus SMA sampai berumur 20 tahun berarti ada waktu sekitar 2 tahun. Waktu 2 tahun sudah sangat cukup jika kita hendak mencari pengalaman dengan cara bekerja atau hanya sekedar menikmati masa muda dengan bermain – main. Selama 2 tahun itu pula kita bisa mempertimbangkan banyak hal tentang planing jangka panjang. Terutama pemilihan untuk bekerja atau berwiraswasta.
>Selanjutnya antara usia 20 s/d 24 tahun untuk laki – laki dan usia 20 s/d 22 tahun untuk perempuan. Sebaiknya sudah berani untuk memulai menjalankan bisnis. Bisa dimulai menjalankan bisnis lewat online atau bisnis apas saja yang dirasa mudah dengan permodalan yang relative terjangkau. Disini selama sekitar 2 s/d 4 tahun kita bisa mencoba pengalaman dari berbagai bisnis.
Ketika sudah berumur 24 tahun untuk laki – laki dan 22 tahun untuk perempuan sebaiknya sudah menentukan bisnis yang akan digeluti. Usahakan pula pada usia segitu bisnis yang dijalankan sudah bisa menghidupi diri sendiri. Kalau itu sudah terwujud sebagai orang yang normal alangkah baiknya sudah mulai memikirkan untuk menikah. Karena kesempurnaan hidup akan lebih terasa ketika kita menikah.( Mohon maaf ya jika saya terlalu menggurui karena pada saat saya tulis artikel ini usia saya sudah lebih dari 24 tahun tapi kenyataanya saya sendiri belum menikah…. Hehehe jadi malu sendiri neh… ).
>Usia 25 s/d 36 untuk perempuan dan 29 s/d 36 untuk laki – laki. Sebaiknya sudah mencapai target perjalanan bisnis ke-3. Usahakan dalam usia segitu kita sudah bisa mengembangkan bisnis agar lebih mantap. Jika perlu kita sudah memiliki beberapa bisnis. Karena hidup akan terasa lebih nyaman ketika kita memiliki lebih dari satu sumber penghasilan. Disaat satu sumber penghasilan sedang seret, kita bisa mengandalkan sumber penghasilan yang lain sehingga tidak akan terjadi kekosongan.
Jika kita kaitkan dengan planing hidup berumah tangga. Jika sebelumnya kita menikah antara usia 22 s/d 29 tahun, maka ketika kita berusia 33 tahunan anak – anak kita masih kecil. Ini artinya belum banyak membutuhkan biaya untuk pendidikanya. Nah itulah kesempatan bagi kita untuk melengkapi keperluan rumah tangga. Misalkan membangun rumah, membeli kendaraan dan memperbanyak menabung untuk masa depan.
>Usia lebih dari 36 tahun. Ketika usia lebih dari 36 tahun akan terasa lebih menyenangkan ketika kita sudah memiliki usaha yang mapan. Jika kita membangun bisnis pada usia 24 tahun, saya yakin dalam waktu 8 s/d 15 tahun kita sudah bisa mencapai pasive income ( pensiun ). Jadi yang bisa pensiun itu bukan hanya pegawai saja, namun pengusaha juga bisa merasakan pensiun ( tidak bekerja namun tetap mendapat bayar ) dari aset yang dimilikinya.
Kembali saya akui, mungkin dalam bait – bait diatas baru sekedar wacana saja karena pada saat artikel ini saya tulis, saya sendiri belum berumur 36 tahun dan juga belum merasakan pasive income. Nah disini saya mengajak kepada segenap pembaca artikel saya ini, mari bersama saya, kita berlomba – lomba untuk menggapai pasive income pada usia 36 tahun. Saya yakin, anda juga yakin kan..!!!
Buang semua pikiran negative, mari mulai saat ini juga kita putuskan untuk selalu berada di jalur positive. Segala sesuatu jika diniati dengan ibadah, dikerjakan dengan benar penuh keikhlasan, diiringi dengan do’a dan kesabaran pasti hasilnya akan baik pula. Lihatlah kedepan, kesuksesan itu benar – benar telah menanti kita. Untuk itu mari kita buat planing. Planing kerja jangka pendek, menengah dan jangka panjang.
