Rekan pembaca yang berbahagia,
Sedikit saya bagikan hasil diskusi saya dengan banyak orang selama kurang lebih 5 tahun. Yaitu tentang pemilihan pasangan yang ideal. Sebentar kita ingat, pada Bab Pertama sudah kita singgung bahwa jodoh itu pada dasarnya sudah ditentukan oleh Allah Swt, namun dalam praktiknya Allah Swt masih memberi kesempatan bagi kita untuk berusaha memilih pasangan seperti apa yang kita inginkan.
Banyak orang mengatakan kalau jodoh itu secara sifat dan fisik ( wajah ) akan tampak mirip. Tapi kemiripan ini barulah akan terlihat saat sudah terjalin suatu hubungan hati. Jika belum ada ya tidak akan terlihat. Disini antara percaya dengan tidak percaya, tetapi banyak terjadi keluarga atau pasangan yang harmonis memang rata – rata yang ada kemiripannya. Kalau tidak mirip bisa saja hubungan keluarganya selalu utuh tanpa banyak permasalahan, tetapi dalam perjalanan rumah tangganya terlihat kaku. Dominan salah satu sehingga sangat jarang terlihat adanya gurauan canda tawa bersama.
Sekarang kita lihat dari segi suasana hati. Jika kita dekat dengan seseorang itu apa yang terasa dalam hati kita. Pasangan yang sesungguhnya jika dekat dihati akan terasa suasana nyaman. Disini jika hubungan dilanjutkan ke pernikahan cenderung akan terjalin hubungan keluarga yang damai. Akan tercipta saling pengertian.
Disisi lain kadang kita juga merasakan jika ketemu dengan orang yang kita cintai cenderung selalu tegang / ada hawa nafsu yang cenderung mengotrol. Memang akan terasa hangat suasana hubungan namun hubungan percintaan yang relative panas ( terutama sebelum nikah ) akan lekas pula padamnya. Kalau dekat dengan kekasih kok rasanya banyak nafsunya saja, disini kita harus hati – hati. Karena jika dilanjutkan kepernikahan tidak jarang kemudian akan cepat habis nuansa kebersamaanya ( cepat bosan ).
Lalu apa lagi yang bisa kita timbang – timbang. Hemmm… setelah lama saya mengamati ternyata gaya bicara juga sangat berdampak pada suasana hati yang akan ditimbulkan. Pasangan yang harmonis cenderung gaya bicaranya akan saling melebur. Secara tidak sadar gaya bicara kita sesekali akan terbawa seperti gaya bicara pasangan kita. Ini menunjukkan pasangan tersebut sering melakukan diskusi yang membawa kenyamanan hati.
Prinsipnya saat pendekatan cenderung harus kita cari kelemahan dari pasangan kita sebanyak – banyaknya. Jangan hanya melihat kelebihannya saja. Kemudian kita timbang – timbang hati kita bisa memaklumi kelemahan tersebut tidak. Juga kita fikirkan kelemahannya itu bagaimana kita nantinya memperbaiki atau menutupinya. Jika kita bisa menerima kekuranganya kemudian kita lihat kelebihannya. Nah anda benar – benar akan bisa mencintai pasangan anda jika anda telah bisa menerima kekurangannya kemudian mengetahui kelebihannya.
Nuansa di atas akan sangat berbeda jika saat pendekatan kita cenderung hanya melihat dan menilai kelebihanya saja tanpa peduli untuk mengorek kelemahan orang yang kita cintai. Ketika sudah berjalan dan mengetahui banyak kelemahan dari pasangan, di hati kita akan cenderung ada penyesalan. Apalagi jika kelemahan itu termasuk hal yang prinsip yang sangat fatal bagi kita. Kita akan menjadi tidak bergairah lagi.
( Mulai kenalilah aku dari banyaknya kekuranganku, jika kamu bisa menerima kekuranganku, maka kamu benar – benar akan merasa sangat bangga jika mengetahui kelebihanku. Namun jika kamu menilaiku hanya dari segi kelebihanku saja, maka kamu benar – benar akan cenderung menyesal setelah mengetahui banyaknya kekuranganku ).
Pada bait – bait sebelumnya kita menguraikan pemilihan pasangan dengan objek pengamatan pada pasangan kita, sekarang coba kita pahami diri kita sendiri. Sebenarnya orang yang seperti apa yang kita inginkan. Sifat – sifat pasangan yang seperti apa yang kita inginkan. Juga seperti apa nantinya nuansa keluarga yang hendak kita bangun. Disini mungkin juga ada benarnya ada prinsip untuk memperbaiki keturunan. Artinya kita harus paham dulu kekurangan kita, nantinya kita harapkan pasangan kita bisa melengkapi kekurangan kita itu.
Saya sendiri kadang juga merasa heran, mengapa kadang kita tidak bisa mencintai orang yang benar – benar mencintai kita. Justru kita malah mencintai orang yang sama sekali tidak pernah mencintai kita. Hal inilah yang dalam bahasa umumnya menimbulkan kasih tak sampai. Ketika hal seperti ini terjadi, maka untuk menganalisanya kita tanya pada hati, bukan fikiran. Kita tanya hati kita ada tidak rasa nyaman dengan orang yang mencintai kita itu. Kalau ada maka tinggal niat dan komitmen saja yang perlu kita mainkan. Dengan adanya niat, selama sebelumnya ada perasaan nyaman kita akan benar – benar bisa mencintai orang yang mencintai kita itu. Tetapi jika dalam kenyataanya dihati kita tidak pernah ada rasa sreg atau nyaman, maka kita akan sangat sulit atau bahkan tidak bisa mencintainya.
Ada tidaknya rasa nyaman dengan orang yang mencintai kita itu dapat kita lihat dengan mengajukan banyak pertanyaan pada hati kita tentang orang yang mencintai kita itu. Diantaranya adalah bagaimana kepribadian orang tersebut, bagaimana pandangan orang tersebut, mungkin juga termasuk secara penampilan, keluarga dan kemapanan kerja.
Masalah kemapanan kerja itu antara prinsip dengan bukan prinsip. Karena banyak anak dari keluarga orang kaya akhirnya menjadi miskin, sebaliknya banyak juga anak dari keluarga orang miskin akhirnya menjadi kaya karena memiliki etos kerja yang tinggi. Jelasnya masalah kemapanan kerja dan status sosial bukan hal yang terlalu prinsip namun perlu juga sebagai salah satu bahan pertimbangan. Suatu hal yang terpenting adalah jangan sampai miskin semangat kerja, miskin iman dan miskin ilmu. Kalau sampai itu ada pada diri seseorang yang mencintai kita lantas kita menerimanya, ya jangan salahkan orang lain akan mengejek kita. Kalau mau menerimanya ya suruhlah orang tersebut untuk memperkaya diri dulu dengan iman, ilmu dan semangat kerja.
Selain dengan pertimbangan di atas dalam melakukan proses pemilihan pasangan hidup, ada baiknya kita juga sedikit banyak melakukan uji kebenaran terhadap sifat dan sikap seseorang yang kita taksir. Disini untuk mengetahui sejauhmana orang yang kita taksir bisa memahami kita dan melihat sejauhmana kesabaranya untuk bisa memaafkan kesalahan, kita boleh sesekali buat janji lalu tidak kita tepat waktu. Bisa juga sesekali sengaja kita buat semacam masalah atau istilah lainya kita kerjain dia. Dengan beberapa kali test kesalahan seperti iyu kita akan benar – benar memahami tentang kepribadianya secara mendalam.
Perlu diktetahui disini, ada orang yang kalau jatuh cinta akan sangat sulit melupakan. Dapat dikatakan cinta mati gitu lah. Permasalahan yang muncul jika kita mendapati orang yang seperti ini sering kali lantas kita merasa bebas bergerak karena terlalu yakin dia tidak akan meninggalkan kita. Awas, ini jangan salah. Ada orang yang kelihatanya cinta mati, sabar dan tidak akan pernah meninggalkan kita. Namun kalau terlalu banyak disakiti lama kelamaan diapun akan undur diri. Repotnya lagi orang seperti ini kalau sudah undur diri ya akan sangat sulit untuk kembali lagi.
