Setelah kita mendirikan suatu usaha, langkah selanjutnya adalah melakukan pengelolaan. Langkah ini menurut kebanyakan orang jauh lebih sulit dibandingkan mendirikan. Apakah anda juga berpandangan seperti itu? Hemmm… itu adalah pandangan negative. Yakinlah segala sesuatu akan terasa mudah dikerjakan ketika kita benar – benar sudah komitment.
Mengelola usaha itu jauh lebih banyak semangat dibandingkan dengan mendirikan. Kalau mendirikan akan sangat sulit bagi kita mengubah energi negative menjadi positive. Namun dalam pengelolaan akan jauh lebih mudah. Sebagai contoh ketika kita akan mendirikan suatu usaha tertentu, sering kita mendengar perkataan atau masukan negative dari orang lain. Disini akan sangat mungkin mental kita menjadi ciut. Karena keuangan yang kita alokasikan belum berwujud barang. Ini jelas akan berbeda jauh dengan ketika anda sudah mendirikan usaha. Anda akan begitu mudah mengabaikan pandangan negative dari orang lain. Dalam benak anda akan berfikir “Saya usaha pakai uang saya sendiri, usaha harus berani, saya sudah terlanjur keluar uang maka artinya saya harus jalankan usaha ini sampai sukses”.
Sedikit saya cerita pengalaman. Saya sendiri mulai belajar berdagang dengan bapak saya sejak SD. Saat itu saya sering ikut bapak berjualan kacang diacara pentas kesenian semacam kuda lumping, wayang dan ketoprak.Dari situlah saya mulai belajar cara memberikan pelayanan dan memahami cara mengambil keuntungan.
Banyak cerita dari tetangga bahwa dulu ketika ibu saya masih ada, bapak pandai berdagang. Dapat dikatakan pedagang paling maju saat itu dipedalaman lampung selatan. Berangkat dari cerita itu saya termotivasi bahwa saya juga bisa berdagang. Siapa tahu saya bisa melanjutkan kesuksesan bapak saya diwaktu muda dulu.
Saya terus mengolah motivasi dan inspirasi kesuksesan bapak saya diwaktu muda. Saya sering membaca koran, majalah dan melihat berita di televisi. Mulai menjalankan bisnis dengan konsep MLM sampai akhirnya setelah kelas 2 SMK saya mengenal bisnis pulsa. Awalnya saya hanya mendaftar sebagai agen pulsa biasa. Tapi saya tidak pernah puas. Saya terus memperdalam bagaimana cara mendapatkan stok, melobi bagaimana jika saya ikut memasarkan baik sebagai sub maupun sebagai server.
Tahun 2005 saya belum banyak tahu tentang komputer. Hanya pengetahuan dasar untuk mengetik saja. Tapi dengan informasi dari internet akhirnya saya putuskan untuk membuka usaha server isi ulang pulsa.
Awal – awal pendirian banyak sekali gangguan sepele yang tidak bisa saya atasi sendiri karena pemahaman komputer sangat rendah. Meskipun secara marketing saya telah menguasai karena sudah belajar sejak SD, namun masalah pengelolaan sistem dan manajemen saya tidak paham. Hingga akhirnya pada awal 2007 usaha saya mengalami kehancuran akibat lemahnya manajemen dan buruknya kualitas SDM yang saya miliki saat itu.
Sampai sekarang saya ingat bapak angkat saya sempat mengatakan “Masalah inisiatif kamu OK, keberanian OK, namun masalah manajemen kamu Nol, Nol, Nollll…”. Mendengar ungakapan seperti itu saat itu saya akui telinga saya benar – benar panas. Namun ya mau apa lagi karena usaha saya juga memang pas hancur saat itu.
Alkhamdulillah atas berkat pertolongan Allah swt saya bisa mengubah ungkapan negative dari bapak angkat saya menjadi sebuah motivasi untuk lebih banyak belajar dan mengedepankan analisa jangka menengah dan jangka panjang. Ungkapan “…manajeman nol, nol, nollll…!!!” sampai saat ini masih sesekali terngiang – ngiang ditelinga saya. Bukanya saya mendendam. Justru dengan adanya slentingan seperti itulah saya bisa lebih termotivasi.
Saya yakin anda juga bisa mengubah slentingan kata – kata negative atau pedas dari orang lain menjadi sebuah motivasi. Yaitu motivasi untuk membuktikan bahwa kita bisa berubah, kita tidak akan seperti itu terus, kita akan buktikan kalau kita tidak seperti yang mereka katakan serta motivasi untuk menunjukkan pada mereka bahwa kita bisa sukses.
Dari sedikit pengalaman di atas secara tidak saya sadari saat itu Alkhamdulillah yang mengalir di otak saya adalah pikiran positive. Jadi hasilnya juga positive. Disekitar kita tidak sedikit mereka yang mendapat slentingan kata – kata pedas dari orang lain malah semakin down. Kalaupun tidak down biasanya yang membuat mereka tidak bisa bangkit adalah adanya dendam. Terlalu berfikiran negative pada orang lain dan lingkungan. Dalam benaknya selalu berkata “mereka pasti kumpul – kumpul pada menjelek – jelekkan saya, aku sekarang memang dibawah tapi awas besok jika aku di atas akan aku balas”. Astagfirullahhal’adziim.
Bagaimana dengan anda rekan… Saya berdo’a semoga segenap rekan pembaca karya tulis ini akan terhindar dari fikiran negative yang tidak berdasar seperti di atas. Apa yang menurut kita baik belum tentu dimata Allah Swt baik dan apa yang menurut kita jelek belum tentu dimata Allah Swt jelek. Pengetahuan kita terbatas sedangan pengetahuan Allah Swt tidak terbatas. Jadi apapun kondisi kita seharusnya kita syukuri. Semua rasa yang tidak mengenakan yang kita alami semata – mata hanyalah sebagai penegur agar kita lebih teliti dan lebih santun. Jadikanlah diri anda sebagai pribadi yang pantas untuk sukses. Karena selama anda tidak mau merubah kepribadian anda menjadi orang yang pantas untuk sukses, maka selamanya anda tidak akan sukses.
Kembali saya tegaskan anda untuk jangan takut memulai merubah keadaan anda menuju kehidupan yang lebih baik. Merawat atau mempertahankan itu tidaklah sesulit yang orang negative katakan. Mengelola usaha itu sama mudahnya dengan mendirikan usaha. Kuncinya adalah harus selalu berfikir positive. Menanam padi hasilnya ya padi, menanam melon ya hasilnya buah melon, tidak ada sejarahnya menanam jeruk hasilnya buah pepaya. Begitu juga dengan pemikiran kita. Kalau kita berfikir positive, hasilnya ya akan positive. Kita yakin bisa maka kita benar – benar akan bisa.
Masalah minimnya pengalaman mengelola suatu usaha bukanlah halangan. Justru dengan memahami apa kelemahan kita itu akan membangkitkan energi positive yang sangat besar. Orang yang hebat adalah orang yang memahami kelebihannya kemudian mampu memanfaatkan kelebihanya itu dan juga memahami kekurangannya serta mampu menutupi kekurangan yang ada pada dirinya.
Tips dan trik pengelolaan bisnis akan selalu bisa kita dapatkan setiap saat dari siapapun. Baik dari mereka yang sukses maupun dari mereka yang gagal. Dari mereka yang sukses kita bisa belajar tentang bagaimana kita bisa menemukan jalan singkat menuju kesuksesan. Sedangkan dari mereka yang gagal kita bisa mengambil pelajaran tentang apa – apa yang semestinya kita hindari.
Disini sebaiknya kita benar – benar memahami tentang diri kita sendiri. Kita termasuk orang yang hanya cenderung bisa belajar dari kesuksesan orang lain saja atau bisa juga belajar dari kesuksesan dan kegagalan orang lain. Sebab ada orang yang tidak bisa belajar dari kegagalan orang lain. Kalau mendengar mereka yang gagal cenderung menganggap orang yang gagal itu bodoh. Ingat roda kehidupan selalu berputar, jadi tak sepantasnya kita merasa sok paling hebat.
