Dalam kehidupan sehari – hari baik dalam hubungan sebagai adik – kakak, hubungan pertemanan, hubungan asmara / pacaran dan hubungan sebagai suami – istri pastilah sesekali diwarnai ketidakcocokan pendapat atau sikap yang menimbulkan pertengkaran. Pertengkaran pada dasarnya merupakan proses alami sebagai jalan menuju keserasian hidup sekaligus sebagai proses pendewasaan pola fikir.

Pertengkaran akan semakin memperkuat jalinan cinta kasih jika antara 2 orang yang mengalaminya bisa bersikap dewasa dan mampu untuk mengambil hikmah yang terkandung. Namun jika pertengkaran disikapi dengan penuh emosional maka jika sering dilakukan akan menimbulkan perpecahan.

Untuk itulah sebagai remaja dan pemuda yang baru dalam proses menjajagi kecocokan hati akan lebih baik jika memahami tentang problematika hidup ini. Mulai sekarang harus paham apa – apa yang mesti diketahui dan bagaimana sebaiknya kita menyikapi ketidakcocokan dengan pasangan kita.

Saya sendiri selalu mengajak kepada orang yang dekat dengan saya bahwa nantinya jika menikah, saya tidak mau pertengkaran itu sampai dilihat atau didengar banyak orang. Jangan sampai pertengkaran itu didengar orang tua dan saudara kita. Itu tidak baik. Karena orang tua dan orang lain inginnya melihat kita hidup rukun dan bahagia.

Untuk itu jika ada ketidakcocokan pendapat harus dibicarakan. Sebuah pertengkaran itu tidak akan berdampak apa – apa terhadap hubungan kita selama kita bisa selalu berfikir positive, saling mengalah dan tidak mudah cerita dengan orang lain. Karena kadang cerita masalah keluarga kepada orang lain baik itu teman, saudara atau bahkan orang tua tidak jarang mereka belum dewasa fikirannya sehingga bukannya memberi solusi tetapi malah membuat masalah dalam rumah tangga semakin kacau.

Jadi kalau ada masalah ya dibicarakan berdua dulu. Kalau mentok berkali – kali tidak ada jalan keluarnya baru berusaha minta bantuan orang yang bisa menengahi secara bijaksana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*